malam ini
Ia pandai menyembunyikan sesuatu
Ia pandai menyembunyikan sedihnya
Dan hari itu, ia merasakan kesedihannya
Kabut hitam menguasai pikirannya
Hanya ada satu kata yang terlintas di pikirannya
Lelah.
Ia lelah dengan semua kehidupan ini
Ia lelah dengan kalimat “kamu pasti bisa”
Dan ia lelah dengan kehidupannya yang tidak pernah berubah
“aku ingin pergi saja, mungkin dengan kata lain aku ingin pergi ke
dimensi lain”
“jangan. Kau belum siap, kau belum sempurna untuk pergi ke dimensi
lain, apa kau sadar Tuhan masih memberikanmu kehidupan karena Ia masih
memberikan kau kesempatan agar bisa berubah, dan mungkin saja Ia tau kau akan
menjadi orang yang berguna bagi siapapun yang mengenalmu”
Aku terisak..
Kau memelukku..
Menenangkanku dalam diam
Rasanya air mata ini terus mengalir ntah darimana asalnya
Bajumu basah karena tangisku
Dan kemudian kau membuatku melihat ke arah mata coklatmu
Memberikan sentuhan hangat di pipi ku dengan kedua tanganmu
Membuat air mataku yang tadi terus mengalir tiba-tiba berhenti
Dan satu kata terlintas dari mulutmu lagi..
“dan tolong…. jangan pernah berkata seperti itu, aku membutuhkan mu di
dunia ini. Membutuhkanmu agar menjadi lilin di malam gelapku, menjadi hujan
ketika amarah datang kepadaku, dan menjadi selimut untuk tetap membuatku hangat
dari dunia yang dingin ini”
“apakah aku berarti bagimu? Aku rasa aku tidak pernah menjadi lilin,
hujan, bahkan selimut untukmu sayang…”
Namun kau tersenyum…
Kau tersenyum seakan-akan aku telah melontarkan kata-kata yang lucu…
Dan kau menjawab..
“manusia bodoh.. jika kau tidak berarti bagiku, lalu untuk apa aku
menyia-nyiakan waktuku untukmu? Apa kau tau sayang.. rasanya sehari tanpa
melihatmu bagaikan rumah yang tanpa penghuninya. Sunyi dan sepi lalu sama
halnya dengan ku… aku merasakan sunyi dan sepi tanpamu. Maka ketahuilah bahwa
hidupmu di dunia ini tidak sia-sia setidaknya tidak untukku.. “

Comments
Post a Comment