gadis desa
tak kuasa ingin mencubit pipinya yang tembam dan merona kemerahan
"kang, kenapa sih liatin aku seperti itu? dandananku jelek yah? atau bajunya yang jelek yah? ah padahal teh udah rapih-rapih dari sore tadi tapi kayanya gak membuat Akang terpikat yah.."
senyum gadis desa itu pudar...
wajahnya menatap kebawah.. ntah apa yang ia lihat..
kakinya ia main-mainkan, menendang pasir pantai dengan perlahan-lahan...
"hei.. liat coba sini mukannya jangan ditundukin gitu"
ia mengangkat wajahnya..
"geulis. tanpa kamu dandan aku sudah menjatuhkan hatiku terlebih dahulu untukmu.. fisikmu memang menawan namun hatimu jauh lebih menawan! aku bahkan tak bisa menikmati pantai malam ini karenamu.. bintang saja kalah terangnya dengan kehadiranmu malam ini... jadi jangan kira aku tak suka dengan penampilanmu malam ini... lain kali tak usah dandan! tak usah pakai baju yang bagus! genggam tanganku saja, lihat mataku saja, dan aku akan membuatmu menjadi wanita paling cantik se desa nanti, akan aku kenalkan bahwa kamu calonku yang paling jelita.. jadi gimana? mau jalan denganku?"
tanpa basa-basi tangan gadis desa itu langsung melingkar di tangan kanannya....
merebahkan kepalanya di pundak gagahnya..
dan menikmati deburan ombak pantai dimalam itu..

Comments
Post a Comment